TUMULIS.COM, Manado – Sejarah besar akan kembali berdenyut di Bumi Nyiur Melambai. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE memastikan peringatan 80 tahun Peristiwa Patriotik Merah Putih 14 Februari 1946 tahun ini akan menjadi momentum paling spektakuler dalam sejarah provinsi.
Dukungan penuh mengalir dari keluarga para pelaku sejarah yang bertemu langsung dengan Gubernur di Manado, Rabu (11/02/2026). Dalam pertemuan Gubernur yang juga merupakan putra seorang pejuang, menunjukkan kedekatan batin yang mendalam dengan warisan kepahlawanan para pendahulu.
Puncak peringatan yang diprakarsai langsung oleh Gubernur ini akan dipusatkan di Lapangan Koni Sario, Manado.Di bawah komando Ketua Panitia Dr. Denny Mangala, acara ini dirancang untuk membangkitkan kembali memori kolektif bangsa melalui rangkaian kegiatan massal:
Pertunjukan teater yang menggambarkan keberanian para pejuang Sulut merebut kekuasaan dari tangan NICA pada 14 Februari 1946.
Parade semangat nasionalisme yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Penampilan megah Tari Kabasaran, Dana-dana, Maengket, hingga Masamper yang dibawakan secara kolosal, diiringi harmoni Kolintang dan Musik Bambu.
Atraksi berbagai cabang beladiri seperti Wushu, Muaythai, hingga Pencak Silat Militer.
Kehadiran tokoh-tokoh keluarga pejuang seperti Hetty Wuisan, Suzana Manangka dan Ramon Wowor, serta dukungan dari Nurs RN Rahasia dan Lily Lumanauw, mempertegas bahwa api semangat 1946 tidak pernah padam. Generasi muda yang tergabung dalam Angkatan Muda Merah Putih (AMMP) Sulut, di antaranya Ivan Sarundayang dan Boy Jemmy Maleke, juga dipastikan terlibat aktif sebagai penerus tongkat estafet perjuangan.
Wartawan senior, Ramon Wowor, yang telah meliput berbagai era kepemimpinan sejak 1980, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Gubernur saat ini.
“Acara spektakuler ini sangat bermakna dan mempunyai nilai tertinggi dibandingkan peringatan di era-era sebelumnya. Panitia betul-betul bekerja keras di bawah jiwa patriotik Gubernur,” ujar Ramon.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Gubernur Yulius Selvanus telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Bupati dan Walikota se-Sulawesi Utara. Seluruh masyarakat, instansi pemerintah, swasta, hingga satuan pendidikan diwajibkan untuk:
“Mengibarkan Bendera Merah Putih Satu Tiang Penuh Pada 14 Februari 2026.”
Momentum ini kini telah bergaung ke tingkat nasional, bahkan menjadi perbincangan di 12 provinsi yang tengah mengikuti Lomba Panahan Nasional.
Peringatan 80 tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan pernyataan tegas bahwa Sulawesi Utara adalah pilar kokoh persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.(Ms)

Tinggalkan Balasan