​TUMULIS.COM, Manado – Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) resmi memasuki babak baru. Pada Sabtu (14/2/2026), Bandara Internasional Sam Ratulangi menyambut kedatangan 134 wisatawan asal Taiwan yang mendarat melalui penerbangan perdana rute langsung Taipei–Manado–Taipei.

​Momen ini tidak hanya sekadar seremoni pendaratan pesawat, melainkan simbol kebangkitan konektivitas internasional Bumi Nyiur Melambai di panggung Asia Timur.

​Sambutan Hangat di Pintu Gerbang Utara
​Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus SE, turun langsung ke terminal kedatangan untuk menyambut rombongan turis tersebut. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa rute ini adalah hasil sinergi panjang antara pemerintah pusat, daerah, dan maskapai penerbangan.

​”Ini bukan sekadar seremoni. Rute Taipei–Manado akan beroperasi rutin setiap lima hari sekali. Kami berkomitmen memastikan setiap wisatawan merasa nyaman dan aman selama mengeksplorasi keindahan Sulawesi Utara,” ujar Yulius dengan optimis.

​Peluang Ekspor Menanti
​Pembukaan rute ini dinilai sebagai langkah strategis yang efisien. Menurut Owner Coco’s Travel, Lentono, rute langsung ini memangkas waktu tempuh secara signifikan, membuat Manado jauh lebih kompetitif dibandingkan destinasi lain yang memerlukan transit panjang.
​Namun, manfaatnya tidak berhenti di sektor pelesir. Tersambungnya Manado dan Taipei secara langsung membuka “jalan tol” bagi komoditas unggulan lokal.

​Mempermudah pengiriman kargo segar.
​Emas Biru Sulut: Membuka peluang besar bagi ekspor perikanan, terutama ikan Tuna, ke pasar Taiwan yang dikenal memiliki tingkat konsumsi ikan sangat tinggi.

​Menuju Hub Pariwisata Indonesia Timur
​Pihak Kementerian Pariwisata melalui Deputi Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Pariwisata menekankan bahwa Manado kini semakin kokoh menjadi hub (pusat) pariwisata Indonesia Timur.

Keberhasilan meyakinkan maskapai untuk membuka rute internasional bukanlah perkara mudah, mengingat aspek profitabilitas dan efisiensi yang ketat.
​Dengan frekuensi penerbangan yang terjadwal, Sulawesi Utara kini ditantang untuk terus berinovasi. Gubernur Yulius pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional.

​”Mari kita tunjukkan keramahtamahan khas Sulawesi Utara. Citra daerah di mata dunia ada di tangan kita semua,” tutupnya.(Ms)