​TUMULIS.COM, Manado – Suasana haru biru menyelimuti rumah duka almarhum Godbless Solang, siswa SMP Negeri 1 Manado yang menjadi korban tragedi berdarah di Jalan Toar, Mahakeret.
Di tengah isak tangis keluarga dan rekan sebaya, hadir sosok Ibu bagi remaja GMIM, Pnt. dr. Micaela Parunt MARS (MEP) untuk memberikan penghormatan terakhir pada Selasa (20/01/2026).

​Kehadiran MEP, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara sekaligus Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM, membawa angin kesejukan sekaligus kekuatan moril bagi keluarga yang sedang terpukul hebat atas kehilangan putra tercinta mereka.

​Almarhum Godbless dikenal sebagai remaja yang sangat aktif melayani di jemaat GMIM Yohanes Teling Di mata rekan-rekannya, ia adalah sosok yang rajin dan penuh semangat dalam kegiatan gerejawi.

MEP sendiri tak kuasa membendung kesedihan saat menatap jenazah remaja yang masa depannya terenggut secara tragis tersebut.

“Kami sangat terpukul. Godbless bukan sekadar anggota jemaat, dia adalah adik kita, kader remaja yang punya masa depan panjang. Kepergiannya dengan cara seperti ini adalah duka mendalam bagi seluruh pelayanan Remaja GMIM,” ujar MEP.

​Tak sekadar membawa pesan penghiburan, MEP juga menunjukkan  sebagai wakil rakyat. Ia menyoroti kondisi keamanan di Kota Manado dan meminta aparat kepolisian memberikan atensi serius terhadap kasus pembunuhan di Mahakeret ini.

​Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh MEP mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif pelaku dan memberikan sanksi hukum maksimal.
​Mengajak seluruh elemen Remaja GMIM dan masyarakat untuk memantau proses hukum agar berjalan adil dan transparan.
​Mendoakan orang tua korban agar diberikan kekuatan ekstra dalam menghadapi cobaan yang luar biasa berat ini.

“Saya berharap dan berdoa agar keluarga diberikan ketabahan. Mari kita serahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada pihak yang berwajib, namun tetap kita kawal hingga keadilan benar-benar ditegakkan bagi almarhum Godbless,” tegasnya.

​Tragedi ini menjadi luka bagi dunia pendidikan dan pelayanan gereja di Manado, sekaligus menjadi pengingat keras bagi semua pihak untuk lebih memperketat pengawasan dan keamanan bagi generasi muda di Sulawesi Utara.(Mars).