TUMULIS.COM, MANADO — Kesuksesan mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang mengikuti program magang di Jepang dinilai tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga mental dan kemauan untuk berkembang.
Hal itu disampaikan Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P.T. Makinggung SE,MSI saat menjelaskan pengalaman mahasiswa Polimdo yang mengikuti program magang luar negeri.
Menurut Juliet, mahasiswa yang berminat mengikuti program tersebut harus memiliki kesiapan tambahan, termasuk kemampuan bahasa asing dan adaptasi budaya.
“Ketika mahasiswa mau, tentu ada latihan tambahan yang dilakukan. Itu menjadi bagian penting sebelum mereka diberangkatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, Polimdo menjalankan program tersebut dengan mengacu pada Permen 63 yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan magang di luar program studi setelah kompetensi utama terpenuhi.
Setelah melewati proses seleksi, mahasiswa menjalani magang selama satu tahun di Jepang dan dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta budaya baru.
Juliet mengaku, pada awal pelaksanaan program tahun 2019, banyak mahasiswa yang mengalami tekanan mental karena jauh dari keluarga dan lingkungan baru.
“Banyak yang menelepon setiap malam dan meminta pulang. Tetapi saya terus memberikan motivasi agar mereka bertahan,” ujarnya.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sejumlah mahasiswa dan alumni program magang kini berhasil bekerja di luar negeri, termasuk di Filipina, Dubai hingga Eropa.
Ia menegaskan, Polimdo akan terus memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan melalui program internasional.
“Yang penting ada kemauan dan terus melatih bahasa dengan baik,” tutupnya.(*Mecky).

Tinggalkan Balasan