MANADO TUMULIS.COM. Manado – ​Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menerima kunjungan audiensi dari Gerakan Masyarakat Sulut Sejahtera (Gemass) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang bertempat di Kantor DPRD Sulut, Selasa (10/3/2026).

​Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait kesejahteraan masyarakat, dengan fokus utama pada usulan pemberian insentif bagi tokoh-tokoh agama di Bumi Nyiur Melambai.

​Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Sulut, Luis Schramm, menyatakan bahwa pemberian insentif bagi tokoh agama merupakan langkah apresiasi yang positif ia menekankan bahwa realisasinya sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

​”Program ini sebenarnya bukan hal baru, karena pernah dilaksanakan oleh tiga pemerintah daerah, yakni Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa Tenggara,” ungkap Luis di hadapan perwakilan Gemass.

​Meski demikian, Luis mengingatkan bahwa setiap kebijakan belanja daerah harus terukur dan tidak membebani postur APBD secara tidak proporsional.

​Politisi ini menggarisbawahi bahwa niat baik untuk menyejahterakan tokoh agama harus dibarengi dengan analisis data keuangan yang matang. Hal ini penting agar program tersebut bersifat berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan akibat defisit anggaran.

​”Program ini memang pernah dilaksanakan tiga daerah. Namun untuk dilaksanakan kembali atau diterapkan di level provinsi, harus berdasarkan kekuatan fiskal daerah,” tegas Luis.

​​RDP ini diharapkan menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah yang realistis serta berdampak luas bagi stabilitas daerah.(MS)