TUMULIS.COM MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kuat di Sulawesi Utara. Hal ini ditandai dengan diterimanya kunjungan resmi dari SMK Negeri 1 Ratahan dalam rangka penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung khidmat di Lantai 6 Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo,Jumat (13/3/2026).https://polimdo.ac.id/polimdo-gelar-workshop-kurikulum-berbasis-berbasis-outcome-based-education-obe/

Kegiatan ini tidak sekadar bersifat administratif. Kehadiran ratusan siswa dari berbagai program keahlian SMKN 1 Ratahan memberikan suasana yang dinamis. Didampingi kepala sekolah dan jajaran guru, para siswa mengikuti campus tour untuk melihat langsung fasilitas laboratorium modern, bengkel kerja, serta simulasi lingkungan industri yang dimiliki Polimdo.

Direktur Polimdo, Maryke Alelo, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah menengah kejuruan merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan berbasis praktik.

“Kerja sama dengan SMK adalah fondasi utama. Kami ingin memastikan bahwa apa yang dipelajari siswa di sekolah memiliki kesinambungan yang jelas saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi maupun ketika terjun ke dunia industri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Ratahan, Anna Monna Relita Powa, menyampaikan bahwa kemitraan ini telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa.

Melalui perpanjangan MoU ini, cakupan kerja sama diperluas pada sejumlah aspek strategis, antara lain penyelarasan kurikulum agar sesuai dengan perkembangan teknologi industri, transfer pengetahuan melalui pemanfaatan fasilitas laboratorium Polimdo, serta kemudahan akses bagi lulusan untuk melanjutkan studi ke jenjang diploma maupun sarjana terapan.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Polimdo. Hubungan ini telah membuka banyak peluang bagi siswa kami, mulai dari keikutsertaan dalam kompetisi hingga kunjungan industri yang sangat menginspirasi,” ungkap Anna.

Melalui sinergi yang terus diperkuat ini, kedua institusi berharap mampu menekan angka pengangguran terdidik dengan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang relevan dan diakui oleh dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
(Mecky Tania).