​MANADO TUMULIS. – DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi saksi perpaduan penghormatan sejarah dan semangat penguatan institusi pada Senin (2/3/2026).

Di tengah agenda penting paripurna, lembaga legislatif ini menunjukkan sisi humanis sekaligus profesionalisme yang tinggi.

​Suasana ruang rapat paripurna mendadak hening sebelum agenda utama dimulai. Seluruh pimpinan, anggota DPRD, hingga jajaran Sekretariat DPRD Sulut berdiri, menyaksikan prosesi pemakaman mantan Wakil Presiden RI, Jendral TNI (Purna) H. TRY Sutrisno, melalui tayangan langsung.
​Prosesi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi mendalam DPRD Sulut atas dedikasi tanpa batas almarhum terhadap Ibu Pertiwi.

​Usai penghormatan terakhir bagi Sang Jenderal, rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut, Fransiscus A Silangen, SpB KBD didampingi para Wakil Ketua Michaela Parunru, MARS,  Royke Anter, SE., ME Stela Runtuwene, AMd.Sek.

Penjelasan Pimpinan terhadap Peraturan DPRD tentang Tata Tertib (Tatib).
​Dalam penyampaiannya, Fransiskus Silangen menegaskan bahwa Tatib bukan sekadar tumpukan aturan administratif, melainkan “ruh” yang menjaga kehormatan lembaga.

​”Tata tertib adalah instrumen vital dalam menjaga marwah, etika, serta tertib administrasi di lingkungan DPRD Sulut. Ini adalah rambu-rambu yang memastikan seluruh proses pengambilan keputusan berjalan secara demokratis, transparan, dan akuntabel,” tegas Silangen dengan lugas.

​​Ia juga menekankan bahwa setiap tahapan, mulai dari rapat alat kelengkapan hingga penetapan di paripurna, harus berlandaskan aturan yang jelas guna menghindari celah prosedur.

​Kehadiran puluhan anggota dewan dan Sekretaris DPRD, Niklas Silangen, mempertegas soliditas lembaga dalam mewujudkan tata kelola yang profesional dan berintegritas. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Sulut terus bertransformasi demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.(Marthen.S)