MANADO TUMULIS.COM – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, secara resmi melantik jajaran pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sulawesi Utara masa bakti terbaru di bawah kepemimpinan Novie Mewengkang, Prosesi ini menjadi simbol penting bersatunya energi baru pemerintahan dengan kearifan para purnabakti.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Baginya, PWRI adalah wadah berkumpulnya para tokoh yang memiliki “perpustakaan pengalaman” yang sangat dibutuhkan daerah.
Gubernur menyoroti bahwa di tengah derasnya arus transformasi digital dan kompleksitas ekonomi global, pemerintah daerah memerlukan perspektif yang matang dari para senior.
”Nasihat dan pemikiran para senior sangat dibutuhkan untuk menjaga arah pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai integritas dan disiplin kerja,” ujar Gubernur Yulius.
Beliau meyakini bahwa teknologi boleh berubah, namun nilai-nilai dasar dalam tata kelola pemerintahan seperti kejujuran dan loyalitas harus tetap menjadi fondasi utama.
Salah satu poin yang disampaikan Gubernur adalah peran PWRI sebagai jembatan nilai. Di “Bumi Nyiur Melambai”, terdapat tantangan untuk menyelaraskan kerja generasi lama dengan kreativitas aparatur muda.
Mewariskan pengalaman birokrasi yang matang.
Menjadi teladan pengabdian tanpa batas.
Memperkuat kolaborasi antara PWRI dengan pemerintah di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.
Mengakhiri arahannya, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh anggota PWRI untuk terus aktif berkontribusi melalui pemikiran strategis sesuai AD/ART organisasi. Ia optimis bahwa keterlibatan para wredatama akan memperkuat karakter aparatur negara di Sulawesi Utara agar tidak goyah oleh arus modernisasi.
”Para wredatama adalah kekuatan moral bangsa. Nilai yang mereka wariskan akan menjadi penuntun bagi generasi penerus dalam membangun masa depan Sulawesi Utara yang lebih hebat,” pungkasnya.(MS)

Tinggalkan Balasan