TUMULIS.COM, Manado – Suasana Ruang Rapat Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memanas pada Senin (2/2/2026). Ketua Komisi IV, Dra. Vonny J. Paat, melayangkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Sulut terkait transparansi pengelolaan anggaran bantuan sosial (bansos).
Ketegangan bermula saat Vonny Paat mempertanyakan sejauh mana realisasi anggaran bansos yang bernilai total Rp 1,7 miliar Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Andra Mawuntu, tampak kesulitan memberikan jawaban yang lugas mengenai angka total penggunaan dana tersebut.
Andra berkilah bahwa anggaran tersebut tersebar di berbagai program dengan besaran yang bervariasi. “Nanti akan kami laporkan per program, karena masing-masing memiliki jumlah yang berbeda,” jelasnya di hadapan anggota dewan.
Jawaban tersebut justru memicu kekecewaan pimpinan rapat. Vonny menegaskan bahwa sebagai pimpinan instansi, Andra seharusnya sudah mengantongi angka agregat sebagai bentuk tanggung jawab manajerial.
Merespons tekanan tersebut, Andra Mawuntu akhirnya mengakui adanya kendala teknis dalam pelaporan mereka.
“Kelemahan kami, belum menjumlahkan secara total,” aku Andra.
Mendengar pengakuan itu, Vonny Paat menilai Dinsos Sulut abai dalam melakukan evaluasi internal. Ia menekankan bahwa tanpa data total yang jelas, sulit untuk menjamin bahwa penyaluran bansos tepat sasaran dan tepat waktu.
”Jadi selama ini tidak ada evaluasi? Dari Rp1,7 miliar itu berapa yang terpakai dan digunakan untuk apa? Silakan hitung kembali berapa yang sudah terealisasi!” tegas politisi senior tersebut dengan nada geram.
Di akhir rapat, Komisi IV meminta Dinas Sosial segera merapikan administrasi keuangan mereka. Kejadian ini menjadi catatan merah bagi Dinsos Sulut dalam hal akuntabilitas publik, mengingat dana bansos menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil. (Ms)

Tinggalkan Balasan