Manado,TUMULIS.COM – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menggelar Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi (PTUV) ke-6 pada Jumat (12/6/2026) di Auditorium Prof. Ruddy Tenda. Mengusung tema “Sinergi Pentahelix Penguatan Kemitraan Vokasi dan Industri dalam Mewujudkan Ekosistem Hijau yang Berkelanjutan”, acara ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, M.Sc., IPU., seorang akademisi dan Guru Besar dari Universitas Gunadarma.
Dalam pemaparannya, Prof. Hotniar menekankan pentingnya memahami konsep Sinergi Pentahelix yang melibatkan lima elemen kunci Akademisi, Bisnis, Komunitas/Masyarakat, Pemerintah, dan Media. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri; masyarakat sebagai pengguna hasil penelitian dan media sebagai penyebar informasi memiliki peran vital dalam ekosistem inovasi.
Prof. Hotniar, yang juga aktif menyuarakan arah kebijakan di Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), menyoroti sebuah kelemahan mendasar dalam budaya penelitian di perguruan tinggi Indonesia, baik politeknik maupun universitas.
“Kelemahan kita saat ini adalah mahasiswa dan dosen masih terlalu fokus memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya darma penelitian, namun orientasinya sering kali hanya sekadar untuk publikasi,” ungkap Prof. Hotniar.
Ia mengkritisi fenomena di mana banyak dosen melakukan penelitian bukan untuk menyelesaikan masalah industri atau masyarakat, melainkan hanya agar namanya tercantum dalam jurnal ilmiah. “Dosen masih banyak fokus melakukan penelitian yang penting ada publikasinya di muka. Padahal, arah penelitian seharusnya didorong oleh kebutuhan nyata dan dikatalisasi oleh program riset yang relevan dengan pengembangan vokasi dan industri,” tambahnya.
Melalui seminar ini, Prof. Hotniar berharap dapat membuka wawasan para dosen dan mahasiswa Polimdo agar mengubah paradigma penelitian. Penelitian vokasi haruslah berdampak langsung (impactful), mampu menjawab tantangan industri, dan berkontribusi pada penciptaan ekosistem hijau yang berkelanjutan, bukan sekadar mengejar angka publikasi semata.
Hadirnya pandangan strategis dari level pembuat kebijakan riset nasional ini diharapkan menjadi panduan bagi sivitas akademika Polimdo dalam menyusun produk terapan unggulan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Peliput : Mec.

Tinggalkan Balasan