​JAKARTA TUMULIS. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor di Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jakarta Selatan, Rabu (04/03/2026).

​Pencapaian akademik tertinggi ini kian mempertegas posisi Joune Ganda sebagai pemimpin daerah yang mengedepankan kebijakan berbasis data dan riset (evidence-based governance).

​Dalam sidang yang berlangsung selama dua jam tersebut, Dr. Joune Ganda memaparkan riset mendalam berjudul ” Inplementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung-Minahasa-Manado (BOMINDO) di Provinsi Sulawesi Utara”

​Di hadapan tim penguji, ia menekankan bahwa kunci kemajuan pariwisata di Sulawesi Utara terletak pada Sinkronnisasi kebijakan. Menurutnya, ego sektoral antar-pemerintah daerah harus dilebur ke dalam regulasi terpadu dan kelembagaan lintas wilayah yang solid.

​“Gelar ini bukan sekadar atribut akademik, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan kebijakan pembangunan di Minahasa Utara berbasis pada riset yang terukur dan aplikatif bagi masyarakat,” ujar Joune Ganda dengan penuh keyakinan.

​Suasana haru sempat mewarnai persidangan saat Joune menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta; istrinya Rizya Ganda Davega, putranya Valentino Rafael Ganda, serta penghormatan khusus bagi almarhumah ibundanya yang ia sebut sebagai pilar doa dalam setiap langkah karier dan pendidikannya.

​Sebagai pribadi yang religius, Joune mengutip nats Alkitab Roma 11:33 sebagai refleksi atas hikmat dan penyertaan Tuhan yang memampukannya menyelesaikan studi yang dimulai sejak tahun 2023 tersebut.

​Sebelumnya, pada tahun 2021, IPDN telah menganugerahkan gelar Alumni Kehormatan kepada Joune Ganda. Kini, dengan menyandang gelar Doktor, ia resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni IPDN secara akademis.

​Dengan semangat “Bhinneka Nara Eka Bhakti”, Dr. Joune Ganda berkomitmen untuk mengintegrasikan pengalaman praktisnya sebagai kepala daerah dengan landasan ilmiah. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi Minahasa Utara menuju daerah yang lebih maju, kompetitif, dan memiliki tata kelola pemerintahan kelas dunia.(Marthen.S)