Manado,TUMULIS.COM – Di sela-sela peresmian Gedung Polimart 2 Teaching Factory (TEFA) Akuntansi pada Senin (8/6/2026), Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan, dan Umum Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Tony Alalinti, S.Kom., M.M., mengungkapkan fakta menarik mengenai proses pembangunan fasilitas baru tersebut. Ternyata, pembangunan gedung ini tidak diserahkan kepada kontraktor eksternal, melainkan melibatkan mahasiswa secara langsung melalui skema Project Based Learning (PBL).
Tony menjelaskan bahwa pada tahap awal konstruksi, mahasiswa dari tiga jurusan teknik, yaitu Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin, dilibatkan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kelas ke dalam proyek nyata. Hal ini menjadikan proses pembangunan sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran lintas program studi.
“Mahasiswa dari Teknik Sipil, Elektro, dan Mesin ikut terlibat dalam tahap pertama pembangunan. Ini adalah implementasi nyata dari konsep Project Based Learning di mana mahasiswa belajar sambil bekerja,” ujar Tony Alalinti.
Setelah tahap struktur dan instalasi dasar selesai dikerjakan oleh mahasiswa under supervisi dosen, proses finishing atau penyelesaian akhir dilanjutkan oleh tenaga profesional untuk memastikan kualitas dan standar bangunan terpenuhi hingga siap beroperasi.
Langkah inovatif ini menunjukkan komitmen Polimdo dalam mengintegrasikan akademik dengan praktik lapangan. Selain menjadi sarana belanja bagi sivitas akademika, keberadaan Polimart 2 juga menjadi bukti fisik hasil kolaborasi antar-jurusan di Polimdo, di mana mahasiswa teknik berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, sementara mahasiswa akuntansi akan mengelola operasional bisnisnya.
Dengan model pembangunan seperti ini, Polimdo tidak hanya menghasilkan gedung fisik, tetapi juga mencetak lulusan yang memiliki pengalaman praktis dan kepercayaan diri tinggi dalam menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
Penulis : Mec.

Tinggalkan Balasan