Manado,TUMULIS.COM – Euforia keberhasilan delegasi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang memborong delapan medali pada ajang 3rd Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC3) 2026 di Surabaya, disikapi dengan bijak oleh manajemen kampus. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Rudolf Estephanus Golioth Mait, S.T., M.T., mengingatkan para mahasiswa peraih medali untuk tetap “membumi” dan tidak terlena oleh prestasi yang telah diraih.,

https://sim.polimdo.ac.id

Dalam keterangannya, Wadir Mait menegaskan bahwa raihan 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu tersebut bukanlah garis finis, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Ia meminta para jawara untuk tidak cepat berpuas diri.

“Pencapaian di IPEC 2026 ini harus dijadikan batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Jangan cepat puas,” tegas Rudolf Mait.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris yang terus diasah melalui kompetisi tingkat nasional merupakan investasi jangka panjang yang krusial. Bagi lulusan vokasi, kemahiran bahasa asing menjadi modal utama untuk menghadapi dinamika industri modern serta memperluas jejaring profesional hingga ke tingkat internasional.

Lebih lanjut, Rudolf Mait menekankan adanya tanggung jawab moral bagi para peraih medali. Ia berharap atmosfer positif dari kemenangan di Surabaya dapat dibawa pulang dan ditularkan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya di kampus.

“Tularkan semangat positif, motivasi, dan ilmu yang didapat kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya di Polimdo agar iklim kompetisi dan prestasi ini terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Langkah ini dinilai strategis sebagai persiapan jangka panjang institusi. Polimdo sudah mulai menatap tantangan berikutnya, yaitu gelaran IPEC 4 yang rencananya akan diselenggarakan di Kota Batam pada tahun 2027. Manajemen Polimdo berharap kolaborasi solid antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan jurusan dapat terus dipertahankan guna menjaga tradisi juara dan membawa nama baik Sulawesi Utara di kancah nasional maupun global.

Peliput : Mec.