TUMULIS.COM, Manado – Langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam menerapkan sistem menejemen telaten pada seleksi jabatan Sekretaris Provinsi (Sekprov) menuai apresiasi luas. Dukungan penuh datang dari lembaga legislatif, khususnya Anggota Komisi I DPRD Sulut, Henry Walukow.
Politisi Partai Demokrat tersebut menilai bahwa terobosan ini merupakan lompatan besar untuk menciptakan birokrasi yang modern dan berintegritas. Menurutnya, manajemen talenta akan menyaring sosok birokrat yang benar-benar kompeten, bukan sekadar berdasarkan kedekatan personal.
Walukow memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur Sulut yang dinilai berani membuka ruang kompetisi secara transparan. Apalagi, proses seleksi ini turut melibatkan akademisi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) sebagai tim penguji.
“Ini mengandung arti harapan besar untuk menghasilkan calon yang terbaik di antara yang terbaik. Kita butuh sosok yang mampu menunjang program-program strategis Gubernur sesuai visi dan misi yang ada,” ujar legislator daerah pemilihan Minut-Bitung tersebut, Jumat (13/02/2026).
Tak sekadar memberi pujian, Walukow menegaskan bahwa Komisi I DPRD Sulut akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat selama proses seleksi berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan prinsip the right man on the right place benar-benar terwujud.
“Pengawasan ini bagian dari fungsi kami di DPRD. Tujuannya jelas: memastikan tidak ada lagi praktik titip-menitip jabatan dalam penempatan maupun pengembangan karier ASN,” tegas Walukow secara lugas.
Penerapan manajemen talenta ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengisian jabatan strategis di Sulut. Dengan sistem ini, setiap ASN memiliki peluang yang sama untuk berkembang berdasarkan prestasi dan kompetensi akademik maupun manajerial mereka.
“Proses ini tentunya akan menempatkan pejabat sesuai dengan ilmunya. Jika sistemnya sehat, maka pelayanan publik kepada masyarakat Sulut pun akan semakin maksimal,” pungkasnya.(Ms)

Tinggalkan Balasan