Manado,TUMULIS.COM – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Tim dosen yang terdiri dari Ketua Ir.Rudolph Estephanus Golioth Mait S.T M .T.,IPM,ASEAN.ENG bersama Farli Kalumata,SST,M.T dan Steven Kamurahan M Ars.
berhasil menembus babak semifinal dalam Kompetisi Inovasi dan Kewirausahaan Tiongkok ke-15, khusus untuk divisi Artificial Intelligence (AI) dan Mesin Konstruksi. Pencapaian ini menjadi momen bersejarah karena Polimdo merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang masuk dalam kategori profesional di tingkat internasional pada kompetisi bergengsi tersebut.

Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi yang dikembangkan tim, yaitu penggabungan teknologi drone dengan teknik mesin untuk sistem cut and fill (gali-timbun) yang sangat relevan dengan industri pertambangan. Mengingat Sulawesi Utara memiliki banyak area tambang, inovasi ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi hilirisasi yang kuat. “Kami yakin apa yang kami buat akan dimanfaatkan oleh industri karena menggabungkan teknologi drone dengan kebutuhan teknis pertambangan yang mungkin belum pernah ada sebelumnya,” ujar salah satu anggota tim.

Masuknya Polimdo ke babak semifinal membuka peluang strategis bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Selain meningkatkan reputasi internasional kampus, pencapaian ini memungkinkan dosen untuk mempelajari perkembangan terbaru terkait AI, mesin konstruksi cerdas, otomasi energi baru, serta komponen digital yang dibutuhkan industri modern. Pengalaman ini juga akan ditransformasikan menjadi materi pembelajaran, studi kasus, dan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Selanjutnya, tim Polimdo akan bersaing dengan 40 finalis lainnya untuk melaju ke babak final yang akan diselenggarakan secara langsung di Tiongkok dalam waktu dekat. Keberhasilan ini menegaskan bahwa Polimdo tidak hanya fokus mencetak mahasiswa berprestasi, tetapi juga membuktikan kapasitas dosen dalam riset terapan dan kerja sama internasional. Ke depannya, prestasi ini diharapkan dapat membuka jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi, pusat inovasi, serta perusahaan teknologi global untuk pengembangan prototipe dan pendanaan penelitian bersama.

Mec.