Manado, TUMULIS.COM – Kemampuan tim dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dalam merumuskan inovasi teknologi ternyata didukung oleh kecepatan respons dan kompetensi yang matang.Ir. Rudolp Mait, salah satu anggota tim, mengungkapkan bahwa proses persiapan awal mereka berlangsung sangat cepat. Setelah menerima surat undangan dari Kementerian untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional yang terbuka bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia, tim Polimdo hanya membutuhkan waktu dua jam dalam sebuah diskusi via Zoom untuk mematangkan ide dan menyusun proposal.
“Hari itu juga, cuma dua jam kami di ruangan ini diskusi, sudah dapat ide, langsung kami buat proposalnya,” ungkap Rudolp. Kecepatan ini bukan tanpa dasar, melainkan hasil dari penguasaan materi dan pengalaman praktis para anggotanya. Farly Kaluwata, yang juga merupakan alumni Polimdo dan kini menjabat sebagai dosen, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan mereka terletak pada sertifikasi Artificial Intelligence (AI) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang ia miliki, serta keahlian tim dalam pengolahan data.
Menurut Farly, pendekatan mereka terhadap AI tidak sekadar bersifat visual seperti mengedit gambar, tetapi lebih mendalam pada integrasi data dan aplikasi. “AI itu bukan cuma sekadar ubah gambar atau foto, tapi bagaimana pengolahan data, bagaimana kita menggunakan data-data yang ada, saling mengintegrasikan aplikasi yang ada, sehingga kami bisa membuka satu program seperti ini,” jelasnya. Kombinasi antara latar belakang praktisi industri, sertifikasi kompetensi, dan kemampuan kolaborasi tim inilah yang memungkinkan Polimdo bersaing dengan cepat dan efektif di kancah internasional.
Mec.

Tinggalkan Balasan